
Dini Kusumawardani, nama perempuan itu, berumur 28 tahun dan berasal
dari keluarga beranggotakan 6 orang. Dia adalah anak kedua di
keluarganya. Mereka tinggal di Legoso Permai, Ciputat, sebuah kecamatan
yang cukup padat di Provinsi Banten, Indonesia. Tidak lama setelah
lulus dari SMA, Dini bekerja di sebuah pabrik handuk. Tugasnya saat itu
membungkus handuk-handuk ke dalam kemasan apik untuk dijual. Setiap
hari, dia menghirup udara yang berdebu dan serat-serat handuk yang
halus ketika bekerja. Mengalami masalah pernafasan terus menerus selama
hampir dua tahun, Dini semakin lama semakin tidak produktif di tempat
kerja. Setelah mengalami batuk tak berkesudahan selama beberapa waktu,
diapun memutuskan untuk berhenti bekerja.