
Tanggal 7 Februari kemarin, antara jam 5.30 dan 6 malam, Tania sedang
berjalan pulang dari sumur ketika ia merasakan belati dingin di kulit
lehernya. Ia menoleh dan tersenyum, mengira itu sebuah lelucon, ketika
ia mengenali lelalki yang mengancamnya itu sebagai pacar temannya. Ia
lalu menyapanya dan terkejut melihat lelaki itu masih terus berdiri
dengan posisi mengancam dan belatinya ditekan ke kulitnya. ”Jika
bergerak, atau berteriak, kamu akan kupotong-potong,” kata lelaki itu
kepadanya.