|
Klik link-link berikut untuk membaca kisah-kisah yang memberi inspirasi tentang harapan, perjuangan hidup dan keberhasilan saat berbagai orang di seluruh Indonesia bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik. |
Geneva, Switzerland, 19/8/2010 -- Two images of Shirley flash intermittently back and forth in my head: one, of Shirley smiling, laughing with tsunami survivors in Indonesia; the other, of a bloodied Shirley, slumped against the door of a bullet-riddled car in Afghanistan. I never saw the second image, but it’s in my head anyway. For the past two years, it hasn’t left.
|
, 7/5/2010 -- Guilley, a village deep in Niger, reflects the impact of the food
crisis that 6,130 villages are living through in Niger. But Guilley
also reflects the resilience and the resourcefulness of women in coping
through crises in the Sahel.
|
|
Pulo Merak, Banten, 1/5/2010 --
Merupakan siksaan mental bagi Fatmawati ketika para tetangganya
melempar pandangan penuh kekhawatiran dan kecurigaan setiap kali ia
lewat di depan rumah mereka. Awalnya hanya bisikan hingga akhirnya
menyebar menjadi rumor bahwa perempuan itu mengidap penyakit kutukan.
Berat badannya tumbuh secara drastis dan mencurigakan hingga hanya 35
kg, seakan memberi bukti akan tuduhan yang dilemparkan. Merasa sangat
rendah diri, Fatmawati memutuskan untuk menjauhkan dirinya dan
menghindarkan segala bentuk kontak dengan para tetangga. |
|
Haiti, 1/3/2010 -- Tanggal 7 Februari kemarin, antara jam 5.30 dan 6 malam, Tania sedang
berjalan pulang dari sumur ketika ia merasakan belati dingin di kulit
lehernya. Ia menoleh dan tersenyum, mengira itu sebuah lelucon, ketika
ia mengenali lelalki yang mengancamnya itu sebagai pacar temannya. Ia
lalu menyapanya dan terkejut melihat lelaki itu masih terus berdiri
dengan posisi mengancam dan belatinya ditekan ke kulitnya. ”Jika
bergerak, atau berteriak, kamu akan kupotong-potong,” kata lelaki itu
kepadanya. |
|
Banda Aceh, 7/12/2009 --
Hari yang panas di Banda Aceh, kota yang pernah diluluhlantakkan oleh
tsunami di penghujung tahun 2004. Ibukota provinsi yang terletak di
paling ujung utara Pulau Sumatra dan Indonesia ini terlihat agak sepi.
Selama lima tahun terakhir, kota ini terus bergeliat untuk hidup
kembali. Hari ini, barisan bangunan baru menghiasa setiap sudut kota;
kantor, toko, rumah, dan sekolah. Semua dicat berwarna modern. Tanda
lahirnya kembali kota yang hampir mati.
|
|
Korong Barang-barangan, West Sumatra, 7/10/2009 --
Dibelakang perbukitan dan barisan pepohonan, di tepi tebing dataran
tinggi 45 kilometer dari Kota Pariaman, Korong Barang-barangan
tersembunyi dari dunia luar. Desa itu tidak memiliki fasilitas listrik
maupun air pipa, Jadi ketika gempa bumi terjadi pada senja 30
September, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastuktur dan
rumah, masyarakat desa itu diam-diam bertahan hidup dengan cara mereka
sendiri yang sederhana, tanpa bantuan dari siapa-siapa.
|
|
Padang Pariaman, West Sumatra, Indonesia, 6/10/2009 --
It was Wednesday afternoon in the village of Tanjung Alai. Sariani had
just finished her prayers and was sitting in the living room watching
TV with her five-year-old grandchild, Farisa. It was a regular evening;
everything was just fine until the ground started to shake.
|
|
Padang Pariaman, West Sumatra, Indonesia, 5/10/2009 --
Zaimarti is sitting on the corner of a wooden bench in front of what
used to be her home, finishing her lunch – instant noodles with some
rice. It’s the same menu she’s had for the past five days, for
breakfast, lunch and dinner.
|
Tangerang, Banten, 1/9/2009 --
Di Indonesia, para pekerja ini biasanya merupakan pekerja kontrak. Di
pabrik garmen, kebanyakan para pekerja adalah perempuan yang berusia
mulai dari 20 tahunan hingga 50 tahunan. Mereka bekerja enam hari
seminggu mulau jam 7 pagi hingga 3 sore dengan diberi target produksi
harian. Bekerja lembur tak kenal lelah, mereka berusaha untuk menjalani
kehidupan mereka sebagai kepala rumah tangga, ibu, istri, dan juga
anggota masyarakat.
|
|
Tangerang, Banten, 25/8/2009 --
Dini Kusumawardani, nama perempuan itu, berumur 28 tahun dan berasal
dari keluarga beranggotakan 6 orang. Dia adalah anak kedua di
keluarganya. Mereka tinggal di Legoso Permai, Ciputat, sebuah kecamatan
yang cukup padat di Provinsi Banten, Indonesia. Tidak lama setelah
lulus dari SMA, Dini bekerja di sebuah pabrik handuk. Tugasnya saat itu
membungkus handuk-handuk ke dalam kemasan apik untuk dijual. Setiap
hari, dia menghirup udara yang berdebu dan serat-serat handuk yang
halus ketika bekerja. Mengalami masalah pernafasan terus menerus selama
hampir dua tahun, Dini semakin lama semakin tidak produktif di tempat
kerja. Setelah mengalami batuk tak berkesudahan selama beberapa waktu,
diapun memutuskan untuk berhenti bekerja.
|
|
Tangerang, Banten, 28/7/2009 --
Dengan celana jeans dan jaket Mickey Mouse pinknya, Kaminah terlihat
seperti remaja biasa. Layaknya remaja seumurnya, ketika kau tersenyum
padanya, dia akan tersenyum kembali, malu-malu. Sekilas tidak akan ada
orang yang berpikir bahwa gadis itu adalah korban kekerasan yang kejam;
peristiwa mengerikan yang membuat keberaniannya muncul untuk berjuang
demi hak-haknya sebagai manusia dan sebagai seorang anak.
|
|
North Sulawesi, 30/3/2009 --
Lorong Pepaya terlihat sepi di siang hari, tidak banyak orang berlalu
lalang. Berkaus putih lengan pendek, Nisa duduk di bangku kayu sambil
bersandar di pagar besi. Bibirnya komat kamit, menghitung tanpa suara
beberapa bungkus kondom di dalam tasnya. Kulit mukanya yang keriput dan
rambut pendek model cepak membuat perempuan setengah
baya yang kurus itu tampak sangat lelah.
|
Gaza, 6/1/2009 --
Anak perempuanku mulai menangis – dia baru saja mendengar berita bahwa
Israel akan mulai membom lingkungan tempat tinggal kami, karena ada
beberapa pemberontak yang tinggal di sini. Dia mulai mengalami mimpi
buruk bahwa rumah kami akan hancur total, dan keluarga kami akan mati
di bawah puing-puing rumah. Dia telah beberapa kali melihat gambar
rumah-rumah yang hancur di TV.
|
|
Klaten, Central Java, 5/1/2009 --
Bersepatu boot, sarung tangan dan memakai helm, para pekerja bangunan
perempuan itu terlihat begitu profesional. Dengan cekatan mereka
mengangkat ember berisi pasir dan menumpahkan isinya di lubang pondasi
banguan yang telah mereka gali sebelumnya. Sesekali, mereka mengelap
peluh yang menetes di dahi mereka.
|
DR Congo, 7/11/2008 --
Saya telah setahun di Kongo, bekerja dengan para perempuan korban pelecehan dan kekerasan, serta berbicara kepada mereka tentang dampak dari pengalaman menyakitkan itu. |
|
Jakarta, 1/10/2008 --
Hari Jumat, sinar matahari bersinar terik. Kawasan Muara Angke,
perkampungan nelayan di pantai utara Jakarta, terlihat kumuh dan padat
dengan rumah-rumah kayu sederhana berbaris menempel satu sama lain, bak
tali pancing yang panjang. Angin berhembus membawa hawa laut, ditaburi
oleh garam di setiap tiupannya. Dua orang lelaki duduk santai di sebuah
kedai kecil. Bersandar di tembok kedai, mereka tampak lelah dan
mengantuk. Seorang lelaki memandang hamparan ikan asin berwarna
keperakan yang sedang dijemur, berkilau di bawah sinar matahari yang
bersinar terik. |
|
Makassar, 1/10/2008 --
Lelaki tua itu berdiri di sebelah sepeda motornya. Kulitnya coklat
ditempa sinar matahari. Badannya sedikit kurus dan agak bungkuk,
seperti terbiasa membawa beban berat di pundaknya ketika muda. Meski
demikian, lelaki tua itu masih terlihat sehat.
|
Haiti, 25/9/2008 --
Islande Bonne Joseph duduk di depanku, mengenakan busana yang terlihat cantik dengan rambut yang diikat rapi ke belakang. Senyumnya hangat dan meluluhkan hati. Berpakaian santai di hari Minggu seperti ini, ternyata tidak mengurangi pesona dirinya. |
|
West Timor, 11/8/2008 -- Ibu itu tersenyum menggendong Carlo, bayinya yang baru berumur 18 bulan. Bayi sehat berpipi montok.”Saya beri Carlos ASI saja hingga enam bulan. Hasilnya, ia tumbuh sehat dan jarang sakit. Sekarang, Carlos mulai belajar bicara dan sudah pandai berjalan,” kata Felisitas Molo, 34. Ikut memandangi sang buah hati, Theodorus Fallo, 38, sang Ayah, tersenyum bangga. |
|
West Timor, 11/8/2008 -- Delapan tahun berlalu sejak Yashinta, 33, sang suami, Laban, 42, dan keempat anaknya meninggalkan tanah Timor Timur. Mereka adalah bagian dari sekitar 300,000 orang yang meninggalkan Timor Timur dan pindah ke Timor Barat ketika wilayah tersebut resmi mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara yang merdeka dan terpisah dari Indonesia, 20 Mei 2002. |
|
Central Kalimantan, Indonesia, 23/6/2008 --
Desa Lawang Kajang, tempat Soemito Landik, 43 tahun, dan istrinya,
Normi, serta keempat anaknya tinggal berada di Kecamantan Timpah,
Kalimantan Tengah, di sekitar Sungai Kapuas, sungai terpanjang di
Indonesia. Ada sekitar 256 keluarga lain yang juga tinggal di desa itu.
Seperti desa lainnya yang berada di kedua sisi di sepanjang Sungai
Kapuas, sungai adalah satu-satunya penghubung antara desa itu dengan
desa tetangganya dan tentu, peradaban luar. |
|
, 13/5/2008 --
CARE’s emergency teams are reporting traumatic scenes of decaying
bodies strewn amongst piles of debris in the Irrawaddy delta. Disease
is now a major concern. Nay Myo Zaw, one of CARE’s staff on the ground
has shared some of the survivors’ heartbreaking stories.
|
Tangerang, Banten, 29/1/2008 --
Selama 20 tahun tinggal di rumah gubuknya di desa Sukawali, Tangerang,
Kakek Rusu dan keluarganya tidak pernah terpikir akan mampu membangun
sumur dan WC untuk keluarga. ”Dulu disini nih, bau banget, karena
orang-orang, termasuk kite ni, kalau buang hajat ya di kali di sono
itu,” kata bapak tua itu sambil menunjuk kali kecil di kejauhan.
”Apalagi kalau musim kemarau, waduh, gak tahan deh, baunya busuk
banget,” tambahnya sambil geleng-geleng kepala.
|
|
Indonesia, 27/12/2007 --
Penyebutan “bahaya lingkungan” biasanya menciptakan bayangan pembangunan industrial, pabrik-pabrik raksasa atau cerobong asap pabrik. Jadi sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang indah seperti sawah bisa memicu bencana lingkungan yang luar biasa. Tetapi inilah yang terjadi di Propinsi Kalimantan, Indonesia.
|
|
Bangladesh, 30/11/2007 --
"Water is my life“, says Rustam Ali Howladar. „But it nearly meant my
death“. The 55-year old fisherman was fishing in the Sundarbans, one of
the biggest mangrove forests in the world. Suddenly he sensed a strong
storm coming. It was cyclone Sidr and it swept over Southern Bangladesh
at 240 kilometers an hour.
|
|
Jantho, Aceh, 4/10/2007 --
Ibu Rahmani berdiri di atas ladang kecilnya yang menjorok ke hutan di
lereng bukit Jantho, Aceh. tak terlihat tanda-tanda kerusakan;
rumah-rumah yang ada di sinipun terlihat sederhana namun kokoh. |
|
Lais, Indonesia, 14/9/2007 --
Hari ini, satu-satunya hal yang disyukuri oleh Pak Darkasih, yang
berusia 55 tahun, adalah bahwa keluarganya selamat. Ketika gempa besar
pada hari Rabu menghancurkan desanya di Lais, dia kehilangan rumah,
persediaan makanan untuk beberapa bulan ke depan, dan segala harta
miliknya kecuali beberapa peralatan rumah tangga yang bisa mereka
selamatkan dari reruntuhan.
|
|
East Nusa Tenggara, 18/4/2007 --
Two days after giving birth to her second child, Maria Modesta Kolo
contracted malaria. Weakened from a difficult pregnancy, it took her
more than a month to recover; in the meantime, she couldn’t breastfeed,
couldn’t care for her newborn.
|
|
Nian, East Nusa Tenggara, 14/4/2007 --
Disini, di salah satu desa termiskin di Indonesia, tidak ada organisasi
bantuan internasional, tidak ada proyek bantuan; bahkan program CARE
telah berakhir enam bulan yang lalu. Namun, Laurence Kenjam, yang
keluarganya telah mengolah lahan tersebut selama beberapa generasi,
berkata bahwa hal itu karena sekarang mereka tidak lagi butuh bantuan.
|
Kleseleon, East Nusa Tenggara, 14/4/2007 -- Sejak berumur cukup tua untuk membawa jerigen, Miliani Luruk telah
berjalan empat kilometer setiap hari untuk mengambil air bagi
keluarganya. Sekarang, Ny. Luruk berjalan empat meter saja – menuju
sumur yang baru digali di samping rumahnya.
|
|
Belu, East Nusa Tenggara, 13/4/2007 --
Dengan mata dan hidung cekung, kulit membalut tulang, dan perut mungil yang membengkak, bayi Soviana merupakan gambaran kekurangan gizi di Timor Barat. Pada usianya yang ke sepuluh bulan, berat bayi kecil itu hanya 2,6 kg saat pertama kali datang ke Panti Rawat Gizi di Belu hampir dua minggu yang lalu – bahkan lebih ringan dari beratnya saat lahir. |
|
Tangerang, 7/2/2007 -- Di satu sisi, ada laut; di sisi lain, lautan air banjir yang berbau amis. Komunitas kecil yang terdiri dari 120 keluarga ini terjebak di tengah-tengah, dengan air yang kotor membasahi segala hal yang ada dalam jangkauan mereka. |
|
Tangerang, 6/2/2007 -- "Orang-orang mengatakan bahwa arus sungainya sangat deras, sehingga orang-orang hanya bisa menyelamatkan diri bersama dengan apa yang menempel di badan saja." Frank Page, Manajer Program CARE di Jakarta, menceritakan parahnya keadaan di lapangan serta kemurahan hati dan kekuatan masyarakat Jakarta yang luar biasa. |
|
Aceh Taming, Indonesia, 27/12/2006 -- Ibu Wiwik duduk di tangga depan rumah, satu-satunya yang tersisa dari tempat kediamannya. “Hilang sudah,” katanya, menggerakkan tangan letihnya menunjuk tumpukan kayu bekas dinding dan atap rumahnya, setengah tenggelam di kedalaman air dan lumpur. “Semuanya hilang.” |
|
Banda Aceh, NAD, 17/12/2006 -- Satu tahun yang lalu, staf kesehatan CARE Marge Tsitouris mengunjungi Aceh ketika CARE menjanjikan puskesmas baru untuk masyarakat di Lambaro Skep. Satu tahun kemudian, bidan Ibu Sinarti berdiri dengan bangga di luar fasilitas baru ini, lengkap dengan peralatan modern, staf yang dilatih dengan prosedur-prosedur terbaru, dan bangsal baru untuk ibu melahirkan. |
|
Lambaro Skep, Aceh, 22/11/2006 -- “Kami telah selamat, tapi saya pikir kami sudah kehilangan segalanya,“ kata Pak Sulaiman Adam, yang kehilangan semua harta benda dan umah. “Namun setelah CARE datang dan mulai membangun, saya mulai berpikir lagi mengenai masa depan, dan mulai membuat rencana. Saya pikir, ‘kita bisa mulai lagi.’“ |
|
Jantho, Aceh, 20/11/2006 -- Marlina, empat tahun, baru saja pulang dari TK setelah menghabiskan pagi hari itu bermain bersama anak-anak lain, sesama korban tsunami yang selamat yang telah pindah ke rumah baru bersama keluarga, aman dari laut... |
|
Sinabang, NAD, 5/10/2006 -- Bellian yang berusia tiga tahun itu dengan bersusah-payah memanjat salah satu dari ranjang-ranjang yang kosong itu, sambil menyeret sebuah sepeda motor mainan yang mengkilap dibelakangnya dan mengacuhkan panggilan ibunya yang memintanya untuk menghabiskan susunya. “Dia terlalu sibuk bermain hingga tidak sempat makan,” kata ibunya sambil tersenyum. |
|
Simeulue, NAD, 2/10/2006 -- Adrimansyah, 54, mencintai cokelat—walaupun dia baru mencobanya untuk pertama kalinya setahun yang lalu. Saat ini, ia sedang mengumpulkan uang dari kegemaran dunia terhadap cokelat organik untuk meningkatkan standar hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya. |
|
Yogyakarta, 21/9/2006 -- “Ketika gempa bumi terjadi, saya terpaksa menutup toko saya karena tidak ada bisnis,” kata Ngarofan, penjual toko. “Sekarang usaha sudah kembali normal... dan saya dapat membantu masyarakat.” |
|
Aceh, 7/8/2006 -- Membangun pembelajaran dari tsunami, CARE bekerja dalam strategi penanggulangan resiko bencana di semua program kita dan bekerja bersama-sama dengan masyarakt untuk meyakinkan mereka dalam mempersiapkan dalam menghadapai bencana di masa mendatang. |
Klaten, Jawa Tengah, 6/3/2006 -- Sambil merangkak disamping reruntuhan batu-bata dan genteng yang mulai berjatuhan menimpanya, Ibu Daroyah berjuang untuk dapat pulang ke rumah, sewaktu tanah yang dipijaknya mulai bergoncang. “Saya hanya bisa memikirkan anak-anak saya..." |
|
Klaten, Indonesia, 6/2/2006 -- |
|
Lambaro Skep, Aceh, 23/12/2005 -- Gelak tawa membahana di malam itu, puluhan anak-anak berebutan untuk mendapatkan pemandangan yang lebih baik. Seorang ibu yang sedang menggendong bayinya tertawa sangat kerasnya sampai bayinya terbangun, bekerjap-kerjap karena terkejut. |
|
Saree, Aceh Besar, 16/12/2005 -- Mereka menamakan dirinya Seroja – salah satu jenis bunga dari Aceh yang memiliki ketahanan yang luar biasa, tumbuh di tanah yang tidak subur, tumbuh berkembang pada situasi tersulit sekalipun.
|
|
Simeulue, Indonesia, 15/12/2005 -- Di sebuah pojok kecil yang digunakan sebagai Pusat Pemberian Makan Terapis CARE, di sebuah tenda besar yang untuk sementara bertindak sebagai rumah sakit di Sinabang, seorang wanita kurus bernama Nursanti menyusui bayinya, Famy, yang berusia 18 bulan. |
Simeulue, Indonesia, 15/12/2005 -- Saat itu dia sedang bekerja sebagai seorang dokter umum di sebuah pusat kesehatan pemerintah ketika Dr Hana Koedji Wadoe mendengar tentang apa yang dilakukan CARE di Indonesia dan memutuskan bahwa saatnya telah tiba untuk satu perubahan. |
|
Banda Aceh, 15/6/2005 -- Pak Baharuddin membaca sebuah puisi yang tertempel di dinding tripleks tempatnya bernaung. Nelayan yang berusia 49 tahun ini, dengan rambutnya yang mulai menipis, kulit coklat dan kening yang keriput, menulis puisi itu ketika dia kembali ke desanya di bulan Februari. |
|
|