Aceh, Indonesia, 26/12/2009 --
Garis pantai Indonesia merupakan terdekat dengan pusat gempa (
epicenter) yang memicu tsunami, dan lebih dari setengah jumlah korban meninggal adalah penduduk Indonesia. CARE merupakan salah satu organisasi kemanusiaan yang pertama kali merespon terhadap tsunami, dan kami terus bekerja bersama masyarakat yang terkena dampak bencana selama lima tahun terakhir untuk membangun kembali rumah-rumah dan mengembalikan mata pencaharian yang hilang serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial. Berbagai upaya tanggap darurat kami dilanjutkan dengan komitmen jangka panjang kami di lima Negara: India, Indonesia, Somalia, Sri Lanka dan Thailand. Di setiap Negara ini, sejarah respon tanggap darurat dan upaya kami memberantas kemiskinan serta hubungan kami yang harmonis dengan masyarakat, pemerintah dan mitra—mitra lainnya memungkinkan kami untuk merespon secara cepat dan strategis, membantu masyarakat yang paling rentan, termajinalkan dan paling terkena dampak.
Beberapa saat setelah bencana terjadi, respon tanggap darurat CARE difokuskan untuk membantu puluhan ribu orang mendapatkan akses terhadap air bersih, makanan dan layanan kesehatan. Kami mendistribusikan lebih dari 1 juta botol larutan pemurni air, menyediakan sekitar 700.000 paket makanan untuk sebukan dan – dengan merehabilitasi dan mebangun kembali sumur-sumur serta MCK dan mendistribusikan air bersih – melindungi lebih dari 100.000 orang dari penyakit yang diakibatkan oleh air. Kami juga membangun 2,675 rumah tinggal sementara bagi keluarga yang kehilangan rumah mereka.
Pada tahap jangka menengah, CARE meneruskan programnya meningkatkan akses terhadap sumber daya air yang sesuai dan berkelanjutan serta berkualitas baik pada masyarakat korban tsunami. Sebagai tambahan dari membangun kembali infrastuktur, kami memberikan edukasi kepada anggota masyarakat mengenai kebersihan yang layak dan melatih mereka cara mengelola dan memelihara sistem yang ada setelah CARE menyelesaikan programnya. Dalam kesimpulannya, kami merehabilitasi 1,026 sistem air dan membangun 729 fasilitas sanitasi. Kami juga melatih masyarakat local, terutama perempuan, untuk mendorong mereka mendapatkan haknya dan membuat para pemimpin masyarakat ikut bertanggung jawab demi menjamin akses yang adil terhadap berbagai layanan yang ada.
Kami juga membangun 1.844 rumah permanent dan atau merehabilitasi 4 Puskesmas, 2 pusat kegiatan bagi perempuan dan anak-anak, serta dua sekolah. Untuk membantu para keluarga mendapatkan kembali mata pencaharian mereka yang hilang, kami meluncurkan program
cash-for-work selama 60.000 hari untuk membantu lebih dari 1.500 keluarga. Sebagai tambahan, CARE menyediakan bantuan tunai kepada 4.854 usaha kecil untuk memulai usaha mereka.
Program kesehatan kami terfokus untuk memenuhi kebutuhan para perempuan dan anak-anak, menurunkan malnutrisi, memperbaiki praktik kebersihan dan menyediakan layanan psikososial kepada para keluarga korban bencana. Program ini melibatkan pembangunan 4 Puskesmas dan rehabilitasi sekitar 25 klinik kesehatan. Secara total, program kesehatan kami mencapai lebih dari 20.000 perempuan dan anak-anak. Laporan kesehatan bulanan mengindikasikan bahwa terhadap penurunan yang cukup signifikan para tingkat malnutrisi di area tempat CARE bekerja. Pada November 2007, tingkat malnutrisi akut menurun dari 15-30 persen di tahun 2005 menjadi 0-9 persen.
Pada jangka yang lebih panjang, program CARE terfokus apda meningkatkan pengembangan ekonomi, memastikan akses terhadap layanan kesehatan dan menyelesaikan pembangunan rumah-rumah permanent. Di pulau Simeulue, misalnya, CARE menjalankan program rehabilitasi yang cukup komprehensif melibatkan rehabilitasi mata pencaharian, perumahan, pembangunan fasilitas air dan sanitasi, pengurangan risiko bencana dan program kesehatan yang bertujuan untuk menurunkan tingkat malnutrisi dan penyakit bawaan air. Melalui program ini, CARE membantu lebih dari 80.000 orang. Di Kabupaten Banda Aceh, kami mengimplementasikan program kesehatan remaja untuk meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan dan bekerja dengan lebih dari 23.000 orang korban tsunami dan membantu mereka membangun kembali ketahanan finansial dengan menyediakan bantuan, memberikan berbagai pelatihan keterampilan dan manajemen, membentuk kelompok simpan dan pinjam dan memperluas akses terhadap teknologi yang sesuai.