|
Klik pada link dibawah ini untuk melihat karya CARE di seluruh Indonesia dalam gambar |
|
Sekitar 200.000 orang terkena dampak gempa berkekuatan 7.6 skala Richter yang melanda Sumatera Barat pada 30 September 2009. CARE, sebagai bagian dari bantuan internasional, segera memberikan bantuan kemanusiaan bagi para penduduk yang menjadi korban.
CARE juga merespon bencana yang serupa di daerah yang sama pada tahun 2007, memberikan bantuan berupa larutan pencernih air, persediaan darurat dan tempat berteduh sementara bagi 65,000 orang.
|
|
Sudah lebih dari empat tahun sejak tsunami melanda pulau kecil Simeulue, 26 Desember 2004 silam. Dibutuhkan lebih dari sekedar beberapa tahun untuk membangun kembali kehidupan masyarakat Simeulue. Bersama-sama dengan masyarakat Simeulue, hal yang CARE lakukan lebih dari sekedar deretan rumah, pipa air, kolam ikan, kebun coklat, atau deretan tanaman cabai... tapi sesuatu yang lebih dalam kehidupan masyarakat Simeulue… HARAPAN.
|
|
Sebagai akibat dari pengeringan lahan gambut dan bencana kebakaran
lahan gambut, Kalimantan Tengah menderita kerugian akibat hilangnya
sumber daya, kesempatan bagi pertumbungan, risiko untuk investasi yang
meningkat, dan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Degradasi
lingkungan dan kemiskinan, keduanya sama-sama masalah berat di provinsi
ini, menciptakan lingkaran setan yang hanya bisa diatasi melalui
pendekatan pembangunan terpadu, antara rehabilitasi dan konservasi
lahan gambut. CARE, bermitra dengan organisasi-organisasi lainnya,
bekerja untuk merehabilitasi lahan gambut dan meningkatkan kualitas
hidup masyarakat yang hidup di sekitarnya.
|
|
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang paling rentan akan bencana. Kekeringan yang parah dan banjir sebagai akibat fenomena cuaca El-Nino, serta sering kembali berjangkitnya penyakit malaria, diare dan infeksi pernafasan akut membuat penduduk yang tinggal di provinsi paling timur Indonesia ini membutuhkan bantuan tulus lebih dari sebelumnya. CARE membantu masyarakat berjuang untuk peri kehidupan yang lebih baik.
|
|
Dua tahun setelah tsunami menghancurkan propinsi Aceh, pasar-pasar kembali ramai, sejumlah keluarga menempati rumah mereka yang baru, dan para korban yang selamat melihat masa depan dengan harapan yang baru. Inilah beberapa orang Aceh yang ikut membangun kembali rumah, komunitas dan masa depan mereka. |
|
Ketika Gempa bumi melanda pulau Jawa pada tanggal 27 Mei 2006, sejumlah rumah dan desa hancur serta lebih dari 5.700 jiwa meninggal dunia. CARE bekerja bersama dengan para korban untuk membantu mereka membangun kembali kehidupan dan komunitasnya. |
|
|